Sinopsis dan Review Film Satu Suro (2019), Hari dimana para setan berkumpul

Sinopsis dan Review Film Satu Suro (2019) - Satu Suro atau malam satu suro memang terkenal sakral dan penuh dengan aura mistis bagi sebagian orang atau bisa disebut lebarannya para setan / mahkluk halus. MD Pictures kembali memproduksi film horror yang berjudul Satu Suro (2019) film yang disutradarai oleh Anggy Umbara. Satu Suro mengangkat kisah budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa yang menganggap satu suro sebagai hal yang keramat.

Film yang rilis pada tanggal 7 ferbruari 2019, Alur cerita yang menarik pasti membuat Anda penasaran dengan film ini berikut simak sinopsis dan review film Satu Suro Selengkapnya dibawah ini :


Poster : Satu Suro (2019)

Sinopsis Film Satu Suro (2019) : 
Adinda ( Citra Kirana) yang sedang hamil besar baru saja pindah ke sebuah rumah di yang letaknya agak jauh dari kota, bersama suaminya Bayu (Nino Fernandez) mereka memulai hidup baru di rumah pemberian paman Bayu, namun kejadian aneh mulai terasa di rumah tersebut, Adinda sering di ganggu oleh mahluk halus dan sering berhalusina

Review Film Satu Suro (2019) :
Berlatarkan ibu hamil dalam film Satu Suro Adinda (Citra Kirana) kembali berperan sebagai wanita hamil. Adinda dan Bayu pindah ke rumah om Bayu di pinggir kota untuk merasakan suasana baru dan menunggu kelahiran anak pertama mereka. Adinda merasa tidak ada yang beres dengan rumah tersebut hingga dirinya diteror sosok makhluk di dalam suatu mimpi. Suatu hari perut Adinda pun bergejolak serasa ingin melahirkan. Bayu pun akhirnya mengantar istrinya Adinda ke Rumah Sakit terdekat. Setiba di Rumah Sakit ternyata teror pun berlanjut yang diketahui dari warga penduduk jika Rumah Sakit tersebut sudah tutup lama akibat kebakaran beberapa tahun lalu.

Satu Suro bukanlah sebuah film yang diambil dari salah satu film Suzanna di masanya dahulu. Memang di film ini ada adegan dimana perempuan sundel bolong muncul secara jelas di punggung saja. Dan di beberapa adegan ketika Alexandra Gottardo ketika teriak seperti mirip Suzanna. Jadi satu suro ini adalah murni cerita perjanjian dengan iblis kesekian kalinya yang sudah ada di deretan film-film horror Indonesia 2 tahun terakhir. Anggy Umbara sebagai sutradara Satu Suro memang terlihat ingin menunjukkan dirinya bisa menyutradarai film horror tanpa adanya bumbu komedi di dalamnya. Namun sayangnya eksekusi membuat penonton ketakutan terlihat masih belum kuat. Hanya 1-2 adegan saja yang bikin kaget selebihnya hanya pengulangan adegan yang cenderung membosankan.

Dari segi konsep sebenarnya gue suka dengan Satu Suro, minim lokasi dan hanya bermain di kamera saja. Apalagi ketika sudah memasuki Rumah Sakit, teror pengulangan adegan dengan adanya efek dan musik yang sesuai. Sangat disayangkan karakter Nino dan Citra terlihat bego hanya bisa teriak dan teriak satu sama lain untuk meminta pertolongan. Sudah pernah lihat hantu tanpa kepala masa masih mencari suster dan dokter? Dimana otak dari penulis naskah film ini?? Bertujuan ingin menciptakan film horror tanpa komedi malah jadi ditertawakan penonton dengan tingkah bodoh kedua pemain utama film ini. Sudah tahu istrinya lagi hamil, kenapa suaminya tidak berkomunikasi lewat pager ke om atau keluarga lainnya untuk meminta pertolongan agar menemani istrinya di rumah sakit?

Dengan berakhirnya menonton Satu Suro di bioskop, berharap jika ke depannya tidak banyak lagi naskah perjanjian dengan iblis lainnya. Jangan karena masih ada penonton yang menonton film dengan tema perjanjian dengan iblis lantas dengan mudah melakukan pengambilan gambar untuk film-film bertemakan serupa.
Disclaimer : Gambar dan vidio artikel yang ada pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini. Anda dapat menghubungi kami disini.

Comments