Sinopsis dan Trailer Film Kutuk (2019), Terror horror di panti jompo

Sinopsis dan Trailer Film Kutuk (2019) - Merupakan film perdana Shandy Aulia sebagai produser film ini disutradarai oleh Rudi Aryanto dan dibintangi oleh Alice Norin Lawi, Stuart Collin dan Vitta Mariana ini mencertakan tentang Maya yang barusaja bekerja disebuah panti jompo yang penuh misteri. Maya pun berusaha untuk segera memecahkan misteri tersebut meskipun dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Trailer terbaru yang dipublikasikan pada tanggal 13 Juni 2019 membersembahkan film Kutuk (2019) terbaru produksi Open Door Films dan Scene Avenue Movies,

Pasti anda penasaran film ini rencana akan tayang dibioskop seluruh indonesia pada tanggal 25 Juli 2019, Berikut simak sinopsis Film Kutuk (2019) Selengkapnya :


Sinopsis Film Kutuk (2019)
Maya (Shandy Aulia) baru saja bekerja di sebuah panti jompo. Maya kerap mencium bau busuk di kamarnya. Di luar kamar, Maya juga mendengar suara-suara aneh setiap malam. Dalam kebingungan dan rasa takut, Maya selalu mendapat dukungan dari Elena (Alice Norin), pemilik panti yang baik dan bijaksana. Dukungan ini memang kontras dengan sikap Gendis (Vitta Mariana) yang ketus dan tampak tidak suka dengan kehadiran Maya. 

Maya bertemu Reno (Bryan McKenzie), pemuda yang sering beramal untuk panti jompo. Reno memperingatkan Maya untuk segera pergi dari panti jompo tersebut, dengan alasan panti jompo ini menyimpan sisi kelam yang sebentar lagi akan membahayakan dirinya. Peringatan Reno terbukti dengan tewasnya para lansia di panti jompo satu per satu. Kematian demi kematian membuat Maya mulai mengerti mengapa hal itu bisa terjadi.

Maya berusaha untuk segera mengakhiri terror di panti jompo. Meskipun sebenarnya dia tidak tahu, kalau dia telah menjadi target selanjutnya.

Trailer Film Kutuk (2019) :
Disclaimer : Gambar dan vidio artikel yang ada pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini. Anda dapat menghubungi kami disini.

Comments